Fenomena Politik "Gemoy" Prabowo di Era Milenial dan GenZ
Komunikasi politik merupakan aspek yang sangat penting dalam dunia politik modern, terutama ketika berbicara tentang pemasaran diri dan citra seorang politisi.
Muhammad Rahmad
12/9/20232 دقيقة قراءة


Muhammad RAHMAD, Fungsionaris DPP Partai Golkar, Calon Anggota DPR RI Nomor Urut 4, Dapil Sumbar 2
Komunikasi politik merupakan aspek yang sangat penting dalam dunia politik modern, terutama ketika berbicara tentang pemasaran diri dan citra seorang politisi.
Salah satu contoh kekuatan komunikasi politik yang menarik perhatian dalam konteks Indonesia adalah fenomena yang disebut "Gemoy," yang pertama kali diperkenalkan oleh kalangan milenial dan Generasi Z dalam konteks politik Prabowo Subianto.
"Gemoy" adalah istilah yang digunakan oleh kalangan milenial dan Generasi Z untuk menggambarkan gaya komunikasi politik Prabowo Subianto yang sederhana, menarik, dan mudah dicerna.


Baliho dengan gambar wajah pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran itu merupakan gambar yang dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan berbeda dengan baliho pada umumnya. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Politik "Gemoy" Prabowo ini dapat menjadi komunikasi politik yang efektif, karena;
Kesederhanaan Pesan: Salah satu kekuatan utama dari pendekatan "Gemoy" adalah kesederhanaan pesan yang digunakan Prabowo. Pesan-pesan politiknya dapat diartikan dengan mudah oleh berbagai lapisan masyarakat, tanpa perlu memahami istilah-istilah politik yang kompleks. Ini memungkinkan pesannya mencapai berbagai kalangan, termasuk yang memiliki pemahaman politik yang terbatas.
Keterlibatan Media Sosial: Prabowo memanfaatkan media sosial dengan sangat efektif. Ia aktif di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter). Dengan menghadirkan dirinya di platform-platform ini, ia berhasil mendapatkan perhatian dari milenial dan Generasi Z yang cenderung aktif di dunia maya. Video singkat, meme, dan konten-konten yang menghibur menjadi viral dengan cepat, menciptakan buzz dan meningkatkan kesadaran terhadap dirinya.
Kemampuan Beradaptasi: Salah satu kekuatan Prabowo adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dalam politik dan isu-isu yang tengah berkembang. Ketika istilah "Gemoy" pertama kali muncul, ia tidak menunjukkan ketidaknyamanan atau ketidaktertarikan, melainkan justru mengambilnya sebagai bagian dari narasi politiknya. Sikap adaptif ini menciptakan citra bahwa ia adalah politisi yang terbuka terhadap berbagai pendapat dan perubahan dalam masyarakat.
Daya Tarik Pribadi: Prabowo memiliki daya tarik pribadi yang kuat bagi sebagian masyarakat. Gaya komunikasinya yang tegas, percaya diri, dan bahkan ekspresif dalam berbicara telah menciptakan citra dirinya sebagai sosok yang kuat dan berwibawa. Hal ini menarik perhatian dan mendapatkan dukungan dari beberapa segmen pemilih.
Efektivitas dalam Menangani Tantangan: Prabowo telah menunjukkan efektivitas dalam menangani tantangan dan kritik yang muncul, termasuk istilah "Gemoy" itu sendiri. Kemampuannya untuk menghadapi tantangan tersebut tanpa terlalu defensif atau melihatnya sebagai ancaman besar menciptakan kesan bahwa ia adalah pemimpin yang dapat mengatasi berbagai rintangan.
Meskipun pendekatan "Gemoy" Prabowo memiliki banyak kekuatan dalam komunikasi politik, perlu diingat bahwa strategi komunikasi politik yang efektif juga harus disertai dengan substansi kebijakan yang kuat dan konsisten. Sukses dalam komunikasi politik hanya akan bertahan jika disertai dengan kemampuan untuk memenuhi harapan masyarakat dan menawarkan solusi konkret untuk permasalahan yang dihadapi negara. Oleh karena itu, kekuatan politik "Gemoy" Prabowo perlu diimbangi dengan kerangka kerja kebijakan yang jelas untuk mencapai dampak yang berkelanjutan dalam dunia politik Indonesia.
*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti
