Rahmad : Kelangkaan Pupuk Sumbar Bisa Diatasi
Masalah kelangkaan pupuk di Sumbar (Sumatera Barat) telah menjadi isu yang sangat penting bagi petani.
Muhammad Rahmad
12/6/20231 دقيقة قراءة


Masalah kelangkaan pupuk di Sumbar (Sumatera Barat) telah menjadi isu yang sangat penting bagi petani. Kelangkaan pupuk berdampak serius pada produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Dalam pemikiran Rahmad, upaya untuk mengatasi kelangkaan pupuk ini harus menjadi prioritas utama untuk memajukan sektor pertanian di Sumbar.
Sumbar dikenal sebagai salah satu penghasil utama produk pertanian seperti padi, kopi, dan sawit. Sebagian besar penduduk Sumbar juga menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Oleh karena itu, masalah kelangkaan pupuk tidak bisa dianggap remeh. Dalam pemikiran Rahmad, upaya untuk mengatasi kelangkaan pupuk harus menjadi bagian integral dari upaya untuk memajukan sektor pertanian.
Penyebab kelangkaan pupuk di Sumbar sangat kompleks. Muhammad Rahmad sebagai Fungsionaris DPP Partai Golkar, yang juga Calon Anggota DPR RI Dapil Sumbar 2 mengungkap bahwa Golkar bisa atasi kelangkaan pupuk di Sumbar. Namun hal tersebut sulit terwujud karena Golkar belum memiliki kekuatan yang kuat, sedangkan yang akan dihadapi adalah mafia pupuk. Jika Golkar kuat di Sumbar, maka mafia pupuk bisa dibasmi Golkar.
Rahmad berharap Golkar akan menjadi kekuatan kuat pada Pemilu 2024 mendatang. Tentunya itu tergantung kepada masyarakat yang akan memilih.
Salah satu langkah yang diusulkan oleh Rahmad adalah meningkatkan distribusi pupuk subsidi ke daerah-daerah yang membutuhkan dengan lebih merata. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem distribusi dan memastikan bahwa petani di wilayah terpencil mendapatkan akses yang sama terhadap pupuk subsidi.
Disamping itu, hal penting lainnya adalah mengembangkan infrastruktur, khususnya dalam hal transportasi. Dengan infrastruktur yang lebih baik, distribusi pupuk dapat menjadi lebih efisien dan petani di wilayah yang sulit dijangkau akan lebih mudah mendapatkan pasokan pupuk.
Rahmad juga menekankan pentingnya pelatihan dan edukasi untuk petani. Bagaimana pelatihan tentang penggunaan pupuk yang efisien, bagaimana agar petani dapat mengurangi ketergantungan mereka pada pupuk dalam jumlah besar, dan sebagainya. Pelatihan ini akan membantu mengurangi tekanan pada pasokan pupuk dan juga mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Rahmad mengusulkan agar pemerintah daerah lebih aktif terlibat dalam mengatasi masalah kelangkaan pupuk. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan pihak swasta dan organisasi pertanian untuk mencari solusi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah ini.
*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti
