Rahmad: Golkar Miliki Komitmen Kuat Bangun Nagari

Tiga puluh delapan tahun Golkar memimpin dan membangun Sumatera Barat (1971-2009).

Muhammad Rahmad

12/4/20232 min read

Tiga puluh delapan tahun Golkar memimpin dan membangun Sumatera Barat (1971-2009). Sejak Pemilu 2009 sampai sekarang atau hampir 15 tahun pula, Golkar tidak lagi menjadi pemimpin di Sumbar. Sejak Golkar tidak lagi memimpin Sumbar, ditengah masyarakat mulai ramai dibahas, bahwa Sumbar makin tertinggal dari Riau, makin tertinggal dari Jambi, dan bahkan mulai tertinggal dari Bengkulu. Hal yang teranyar adalah soal jalan raya yang sempit, dan kemacetan Sumbar yang tak kunjung terurai. Padahal dulu, ketika Golkar memimpin pembangunan Sumbar, propinsi tetangga berkiblat ke Sumatera Barat hampir dalam segala lini dan hal.

Kejayaan Sumbar masa lalu, tentu wajib kita kembalikan. Rakyat Sumbar bersama Golkar mestilah kembali mengejar ketertinggalan 15 tahun itu. Bagaimanapun caranya, Golkar bersama rakyat Sumbar mesti bangkit dan berbenah. Tahun 2024 adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki sejarah Sumbar.

Hal yang paling mendasar yang dihadapi Sumbar saat ini adalah soal pembukaan lapangan kerja. Saya berkeyakinan bahwa lapangan kerja baru dapat ditumbuhkan dengan cepat apabila kita memberdayakan ekonomi nagari. Karena itu, Golkar mestilah selalu memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil dan menengah yang basisnya ada di nagari-nagari di seluruh Sumbar. Bukan hanya itu, Golkar juga harus menciptakan lingkungan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat nagari, sehingga masyarakat lokal dapat mengembangkan potensi ekonominya.

Selain itu, Golkar juga harus menitik-beratkan pada pemberian bantuan sosial kepada masyarakat nagari. Harus disadari bahwa ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat nagari. Karena itu, bantuan sosial tetap harus menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari. Program bantuan sosial tidak hanya bersifat mendesak tetapi juga berkelanjutan, dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Peningkatan fasilitas kesehatan juga harus menjadi salah satu prioritas yang harus diperhatikan Golkar. Kesehatan adalah faktor kunci dalam pembangunan yang berkelanjutan. Dengan memperbaiki fasilitas kesehatan yang ada dan meningkatkan jumlah dokter yang melayani nagari, Golkar dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

Selanjutnya, untuk mendukung sektor pertanian, Golkar mesti menjamin ketersediaan bibit dan pupuk. Golkar mesti memandang pertanian sebagai tulang punggung ekonomi nagari. Dengan menyediakan dukungan ini, Golkar dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memastikan ketahanan pangan di tingkat lokal.

Renovasi pasar rakyat juga harus menjadi langkah strategis Golkar. Dengan memperbaiki infrastruktur pasar, Golkar berarti telah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Stabilitas pasar harus dijamin oleh Golkar melalui kebijakan yang mendukung para pedagang lokal, serta menciptakan hubungan yang sehat antara produsen dan konsumen.

Jika masyarakat memberi peluang kepada Golkar untuk kembali memimpin di Pemilu 2024, maka Golkar akan membuktikan komitmennya untuk kembali membangun nagari di Sumatera Barat. Melalui serangkaian program dan inisiatif yang holistik, Golkar tidak hanya akan menciptakan pondasi yang kuat untuk pembangunan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai agen perubahan yang progresif, Golkar diharapkan dapat membawa harapan baru bagi kemajuan dan kesejahteraan nagari di Sumatera Barat. Semoga!

*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti