Sumatera Barat Berpotensi Jadi Eksportir Pisang Cavendish
Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi besar untuk menjadi daerah eksportir pisang Cavendish.
Muhammad Rahmad
1/10/20241 min read


Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi besar untuk menjadi daerah eksportir pisang Cavendish. Pisang Cavendish, yang terkenal di pasar internasional, sangat cocok dibudidayakan di Sumbar karena suhu udaranya yang sesuai dengan habitat alami pisang Cavendish. Pisang Cavendish membutuhkan suhu antara 27 - 33 derajat celcius. Keadaan iklim yang serasi ini memberikan keuntungan tersendiri dalam budidaya pisang jenis ini.
Selain itu, Sumbar memiliki lebih dari 20 ribu hektar tanah atau ladang yang saat ini tidak diolah. Luasnya lahan ini membuka peluang besar untuk pengembangan budidaya pisang Cavendish secara luas. Keberadaan lahan yang belum dimanfaatkan ini menjadi aset penting dalam peningkatan produksi pisang di daerah ini. Jika budidaya pisang Cavendish ini dikelola baik di Sumbar, maka Sumbar tampil sebagai propinsi unggulan untuk komoditi ini setelah Lampung di Pulau Sumatera.


Dari segi investasi, budidaya pisang Cavendish di Sumbar menawarkan prospek menarik. Biaya investasi yang tidak terlalu tinggi menjadi salah satu daya tarik utama. Selain itu, penghasilan dari panen pisang Cavendish bisa berlipat-lipat, menjadikan usaha ini sangat menguntungkan. Hal ini tentu saja memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya bagi para petani.
Budidaya pisang Cavendish juga diharapkan dapat mensejahterakan petani di Sumatera Barat. Dengan potensi keuntungan yang besar, petani bisa mendapatkan penghasilan yang lebih stabil dan meningkat. Ini tentunya akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.
Mengingat semua faktor ini, Sumatera Barat memiliki kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan budidaya pisang Cavendish dan menjadi salah satu daerah eksportir pisang unggulan di Indonesia. Dengan dukungan yang tepat dan pengelolaan yang efektif, Sumbar dapat memaksimalkan potensinya dalam industri pisang global.
*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti
