Group Tourism Akan Makin Berkurang di Era Digital
Era digital telah membawa revolusi dalam industri pariwisata.
Muhammad Rahmad
11/29/20232 min ler


Era digital telah membawa revolusi dalam industri pariwisata. Era digital telah mengubah cara kita merencanakan, menjalani, dan berbagi pengalaman soal perjalanan wisata. Salah satu perubahan utama yang dapat kita amati adalah pergeseran dari group tourism (wisata dalam kelompok) menuju self tourism (wisata sendiri). Meskipun group tourism tetap memiliki tempatnya yang penting dalam industri wisata, tren menuju self tourism semakin kuat, dan kita dapat merenung tentang bagaimana masa depan group tourism akan berubah di era digital.
1. Kemudahan Akses Informasi:
Era digital memberikan akses tak terbatas ke informasi tentang destinasi wisata, akomodasi, kuliner, dan aktivitas. Dengan pencarian online dan ulasan pengguna, wisatawan mandiri dapat dengan mudah merencanakan perjalanan mereka sendiri tanpa perlu bergantung pada paket wisata kelompok. Ini menghasilkan pengalaman yang lebih terpersonalisasi, yang sesuai dengan preferensi masing-masing individu.
2. Teknologi Pengaturan Perjalanan Pribadi:
Aplikasi perjalanan, situs web, dan platform online telah mengubah cara orang merencanakan dan mengatur perjalanan. Dengan aplikasi perjalanan, wisatawan mandiri dapat memesan tiket pesawat, akomodasi, transportasi lokal, dan aktivitas wisata hanya dengan beberapa klik. Teknologi ini memungkinkan fleksibilitas dalam menyesuaikan perjalanan sesuai dengan keinginan dan jadwal pribadi.
3. Preferensi terhadap Pengalaman Autentik:
Banyak wisatawan modern cenderung mencari pengalaman yang lebih autentik dan mendalam ketika mereka bepergian. Mereka ingin merasakan budaya lokal, makanan lokal, dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Self tourism memberi mereka kebebasan untuk menjelajahi tempat-tempat yang kurang dikenal dan merasakan pengalaman yang lebih otentik.
4. Teknologi Konvergensi:
Teknologi terus berkembang, dan inovasi seperti realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR) semakin menggabungkan dunia digital dengan dunia nyata. Ini berarti bahwa wisatawan mandiri dapat memiliki pengalaman yang lebih kaya secara digital saat mereka menjelajahi destinasi mereka, menggabungkan elemen-elemen virtual dengan pengalaman fisik mereka.
5. Keamanan dan Kesehatan Pribadi:
Pandemi COVID-19 telah memperkuat preferensi untuk self tourism karena banyak orang merasa lebih aman dan memiliki kontrol lebih besar atas kesehatan mereka sendiri. Wisatawan lebih memilih perjalanan yang lebih terbatas dan mengikuti protokol kebersihan pribadi.
Meskipun self tourism terus berkembang, group tourism tetap memiliki tempatnya dalam dunia perjalanan. Ada orang yang masih menyukai kenyamanan dan keamanan yang diberikan oleh paket tur kelompok, terutama ketika mengunjungi tempat-tempat yang mungkin lebih sulit diakses secara mandiri atau ketika mereka ingin mengikuti perjalanan dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.
Saat kita melangkah menuju masa depan di era digital, tampaknya group tourism akan tetap ada, tetapi kemungkinan akan mengalami penurunan. Penyelenggara tur mungkin perlu lebih berfokus pada personalisasi dan fleksibilitas dalam paket tur mereka untuk tetap bersaing dengan self tourism. Bagi sebagian orang, group tourism akan tetap menjadi pilihan yang nyaman, sementara yang lain mungkin akan lebih memilih petualangan mandiri yang lebih terpersonalisasi. Yang pasti, teknologi akan tetap menjadi penggerak utama perubahan dalam cara kita menjelajahi dunia di masa depan.***
*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti
