Dampak Harga Beras Tinggi di Sumbar: Siapa Yang Untung?

Pada 5 Desember 2023 lalu, harga beras kualitas medium I di pasar modern Sumatera Barat menjadi yang termahal se-Indonesia.

Muhammad Rahmad

12/7/20232 min baca

Pada 5 Desember 2023 lalu, harga beras kualitas medium I di pasar modern Sumatera Barat menjadi yang termahal se-Indonesia. Harga jualnya Rp 17.200 per kg. Dibandingkan sebulan lalu, harga saat ini lebih tinggi. Bulan lalu tercatat hanya pada angka 13.300 per kg.

Harga beras medium I Sumbar yang termahal secara nasional ini, mengundang perhatian dan pertanyaan masyarakat luas. Apa implikasinya harga termahal ini secara ekonomi dan sosial?.

Bagaimanapun, situasi ini menciptakan dinamika yang unik di pasar beras. Jelas, ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi beberapa pihak saja, tetapi juga memberikan tekanan pada kelompok lain, khususnya konsumen.

Tulisan ini saya tulis dengan tujuan untuk menganalisis berbagai dampak yang timbul akibat fluktuasi harga beras tersebut, dengan fokus pada pihak yang diuntungkan dan kerugian yang ditanggung oleh konsumen.

10 Provinsi Terpilih Harga Beras Kualitas Medium I Tertinggi (Rabu, 5 Desember 2023)

Petani dan Produsen Lokal

Salah satu pihak yang mungkin mendapat keuntungan dari kenaikan harga beras adalah petani dan produsen lokal. Dalam skenario di mana harga tinggi disebabkan oleh peningkatan permintaan atau penurunan pasokan, petani memiliki peluang untuk menjual hasil panen mereka dengan harga yang lebih menguntungkan.

Ini bisa berarti terjadinya peningkatan pendapatan bagi petani, yang sering kali berjuang dengan margin kecil dan kondisi ekonomi yang tidak pasti. Keuntungan ini juga dapat mendorong petani untuk mengadopsi praktik pertanian yang lebih baik dan investasi dalam teknologi pertanian, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas panen.

Pedagang dan Distributor

Peningkatan harga beras di Sumatera Barat juga berpotensi menguntungkan pedagang dan distributor. Kelompok ini, yang berperan sebagai penghubung antara produsen dan konsumen, mendapat manfaat dari margin keuntungan yang lebih besar ketika harga jual beras meningkat. Bagi grosir dan pedagang eceran, ini berarti peningkatan pendapatan dan kemungkinan ekspansi bisnis. Namun, keuntungan ini harus dikelola dengan hati-hati untuk menghindari manipulasi harga dan monopoli yang dapat merugikan konsumen.

Spekulan Pasar

Kenaikan harga beras juga memberikan peluang bagi spekulan pasar. Dalam situasi di mana kenaikan harga sebagian didorong oleh spekulasi atau ekspektasi pasar, mereka yang telah menimbun beras atau berinvestasi dalam komoditas ini dapat memperoleh keuntungan signifikan. Spekulasi semacam ini, sementara memberikan keuntungan jangka pendek bagi beberapa individu, sering kali menimbulkan kestabilan pasar dan mungkin tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian secara keseluruhan.

Kerugian bagi Konsumen dan Kekhawatiran Ketahanan Pangan

Di sisi lain, kenaikan harga beras memberikan beban ekstra bagi konsumen, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Beras merupakan komoditas penting dalam diet sehari-hari, dan kenaikan harga dapat memperburuk kondisi kehidupan bagi banyak keluarga. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang ketahanan pangan dan aksesibilitas makanan bagi masyarakat kurang mampu. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan ketimpangan sosial yang lebih luas dan memperburuk masalah kemiskinan dan kelaparan.***

*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti