Profil PKPEI

Pusat Kajian Pariwisata & Ekonomi Indonesia (PKPEI) — atau dalam bahasa Inggris Indonesian Tourism and Economics Research Center — adalah lembaga kajian independen yang berkedudukan di Jakarta dan bergerak di persimpangan antara kepariwisataan dan ekonomi nasional. Lembaga ini hadir dari sebuah keyakinan sederhana namun mendasar: bahwa pariwisata tidak dapat dipahami, apalagi dikelola, sebagai sektor yang berdiri sendiri. Ia adalah cerminan dari pengelolaan negara secara menyeluruh — menyentuh kebijakan fiskal, ketenagakerjaan, investasi, infrastruktur, keimigrasian, hingga daya saing ekonomi Indonesia di panggung global. Dari cara pandang holistik inilah PKPEI membangun seluruh kerja kajiannya.

PKPEI didirikan dan dipimpin oleh Dr. H. Muhammad Rahmad, S. Ag, S. Par, MM, MITM selaku Direktur Eksekutif, seorang akademisi sekaligus praktisi pariwisata dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang membentang di dunia industri, pemerintahan, diplomasi, dan pendidikan tinggi. Rekam jejaknya yang menghubungkan meja perundingan internasional — termasuk keterlibatan dalam delegasi Indonesia untuk APEC, ASEAN, dan WTO — dengan ruang kelas dan ruang direksi memberi lembaga ini sebuah karakter khas: kajian yang berpijak pada teori yang kuat, namun selalu diarahkan pada persoalan kebijakan yang nyata dan dapat ditindaklanjuti. Melalui kepemimpinannya, PKPEI juga terhubung erat dengan ekosistem akademik pariwisata, khususnya Institut Pariwisata Trisakti.

Misi utama PKPEI adalah menyediakan analisis berbasis data dan bukti (evidence-based) untuk mendukung perumusan kebijakan pariwisata dan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Lembaga ini secara konsisten membaca kinerja pariwisata Indonesia dalam kerangka pembanding regional — menilai posisi Indonesia terhadap Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura — bukan untuk sekadar mengukur ketertinggalan, melainkan untuk memetakan peluang yang belum tergarap dan merumuskan strategi yang kompetitif. Kajian-kajiannya menyoroti isu-isu strategis seperti reformasi kebijakan visa, diversifikasi destinasi di luar Bali, digitalisasi layanan keimigrasian, penguatan sumber daya manusia, hingga pengukuran kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto melalui pendekatan yang lebih akurat.

Kontribusi PKPEI diwujudkan dalam beragam bentuk produk pengetahuan. Lembaga ini menerbitkan policy brief yang menganalisis secara kritis arah kebijakan pemerintah dan menawarkan rekomendasi strategis yang dikelompokkan menurut urgensi implementasinya — dari langkah prioritas tinggi yang mendesak hingga agenda transformasi jangka panjang. Di sisi keilmuan, kerangka pemikiran yang menjadi fondasi lembaga ini dituangkan dalam sejumlah karya rujukan, di antaranya Pariwisata Holistik: Teori dan Praktek serta Tourism Inc. Theory, yang menawarkan paradigma alternatif dalam memahami dan menata kelola pariwisata sebagai sebuah sistem yang terintegrasi lintas sektor.

Yang membedakan PKPEI adalah komitmennya pada independensi. Seluruh interpretasi dan rekomendasi yang dihasilkan merupakan pandangan independen lembaga, disusun berdasarkan data publik dari sumber-sumber tepercaya seperti Badan Pusat Statistik, Kementerian Pariwisata, serta lembaga statistik pariwisata internasional. Dengan posisi ini, PKPEI menempatkan dirinya bukan sebagai kritikus yang berjarak, melainkan sebagai mitra pemikir bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Pada akhirnya, PKPEI menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat luas dalam mewujudkan visi bersama: menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia sekaligus menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Email

info@pusatkajianpariwisata.id

© 2023-2026 Pusat Kajian Pariwisata & Ekonomi Indonesia. All Rights Reserved.