IP Trisakti - ASITA: Kolaborasi Strategis Garap Edu Tourism
Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) baru saja menjalin MoU Kerjasama dengan ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies).
Muhammad Rahmad
6/5/20242 min read


Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) baru saja menjalin MoU Kerjasama dengan ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies). MoU ditanda-tangani Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati dan Ketua Umum ASITA Artha Hanif, Rabu 5/6/2024 pagi, bertempat di IP Trisakti.
MoU Kerjasama IP Trisakti-ASITA ini mengandung makna strategis bagi perkembangan pariwisata Indonesia. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, tidak hanya dalam hal keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga dalam pengembangan memiliki potensi besar dalam pengembangan Edu Tourism atau pariwisata pendidikan. Edu tourism merupakan konsep pariwisata yang menggabungkan unsur pendidikan dan wisata, di mana wisatawan tidak hanya menikmati keindahan destinasi wisata, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang berharga. Dalam upaya menggarap potensi edu tourism Indonesia di pasar internasional, Institut Pariwisata Trisakti dan ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) memiliki peluang besar untuk berkolaborasi secara strategis.
Institut Pariwisata Trisakti, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi pariwisata terkemuka di Indonesia, memiliki keunggulan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pariwisata. Dengan program-program pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri, Institut Pariwisata Trisakti mampu menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Indonesia, termasuk dalam sektor edu tourism. Keahlian dan pengetahuan yang dimiliki oleh para dosen dan peneliti di Institut Pariwisata Trisakti juga menjadi modal penting dalam merancang program-program edu tourism yang menarik dan inovatif.
Di sisi lain, ASITA sebagai asosiasi yang menaungi perusahaan-perusahaan perjalanan wisata di Indonesia, memiliki jaringan yang luas dan pengalaman yang mendalam dalam industri pariwisata. ASITA memiliki akses ke pasar internasional dan memahami tren serta preferensi wisatawan mancanegara. Dengan kolaborasi antara Institut Pariwisata Trisakti dan ASITA, program-program edu tourism Indonesia dapat dirancang secara komprehensif, mulai dari pengembangan konten hingga strategi pemasaran yang efektif untuk menarik minat wisatawan internasional.
Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan edu tourism. Keberagaman budaya, tradisi, dan bahasa yang dimiliki Indonesia merupakan daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin belajar dan mengenal lebih dalam tentang kekayaan warisan budaya Nusantara. Program edu tourism dapat dirancang dengan mengintegrasikan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, museum, sanggar seni, dan desa-desa adat, sehingga wisatawan dapat merasakan pengalaman belajar yang autentik dan berkesan.
Selain itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dalam hal keanekaragaman hayati dan keindahan alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tertarik dengan ekowisata dan pariwisata berkelanjutan. Institut Pariwisata Trisakti dan ASITA dapat bekerja sama dalam mengembangkan program edu tourism yang berfokus pada pelestarian lingkungan, konservasi alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Program-program seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi wisatawan, tetapi juga berkontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara Institut Pariwisata Trisakti dan ASITA juga dapat memperkuat branding dan positioning Indonesia sebagai destinasi edu tourism di pasar internasional. Dengan menggabungkan keahlian akademik dari Institut Pariwisata Trisakti dan pengalaman praktis dari ASITA, program-program edu tourism Indonesia dapat dikemas secara profesional dan menarik, sehingga dapat bersaing dengan destinasi edu tourism lainnya di dunia.
Untuk merealisasikan potensi besar ini, diperlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri pariwisata, dan masyarakat luas. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan yang kondusif, insentif, dan promosi yang efektif untuk pengembangan edu tourism Indonesia. Industri pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan penyedia jasa transportasi, juga perlu dilibatkan untuk menciptakan rantai nilai yang kuat dalam menghadirkan pengalaman edu tourism yang berkualitas.
Dengan kolaborasi strategis antara Institut Pariwisata Trisakti dan ASITA, serta dukungan dari berbagai pihak terkait, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi edu tourism terkemuka di pasar internasional. Pengembangan edu tourism tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi industri pariwisata, tetapi juga berkontribusi dalam mempromosikan warisan budaya, melestarikan lingkungan, dan meningkatkan pemahaman antar budaya di dunia yang semakin terhubung ini.***
*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti
