Kenapa Investor Takut untuk Berinvestasi di IKN?

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi ekonomi besar di Asia Tenggara.

Muhammad Rahmad

11/2/20232 min baca

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi ekonomi besar di Asia Tenggara. Dengan populasi yang besar, sumber daya alam yang melimpah, dan lokasinya yang strategis, Indonesia memiliki banyak daya tarik bagi investor asing. Namun, meskipun banyak peluang yang ada, masih banyak investor yang merasa takut untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di Ibukota Nusantara (IKN). Setidaknya ada 5 (lima) alasan mengapa investor takut untuk berinvestasi di IKN Indonesia.

1. Ketidakpastian Hukum dan Regulasi

Salah satu alasan utama yang membuat investor ragu untuk berinvestasi di Indonesia adalah ketidakpastian hukum dan regulasi. Meskipun pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai reformasi untuk memperbaiki iklim investasi, masih ada masalah serius terkait dengan ketidakpastian hukum. Perubahan regulasi yang tidak terduga, konflik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta birokrasi yang rumit dapat membuat investor merasa tidak nyaman.

2. Masalah Korupsi

Masalah korupsi masih menjadi salah satu hambatan besar bagi investasi di Indonesia. Meskipun pemerintah telah berusaha untuk memerangi korupsi, masih banyak laporan tentang praktik korupsi di berbagai tingkatan pemerintahan. Hal ini dapat mengintimidasi investor asing yang khawatir bahwa investasi mereka akan terkena dampak korupsi, seperti permintaan suap atau pemerasan.

3. Infrastruktur yang Belum Matang

Infrastruktur yang belum matang merupakan kendala serius bagi investor di IKN Indonesia. Meskipun terdapat upaya besar untuk meningkatkan infrastruktur, namun masih ada kekurangan dalam hal jaringan transportasi, kualitas jalan, dan konektivitas yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Hal ini dapat membuat investor khawatir tentang kemampuan mereka untuk mengelola bisnis dengan lancar.

4. Persaingan dan Pasar yang Sulit Diprediksi

Indonesia adalah pasar yang sangat kompetitif dengan tingkat persaingan yang tinggi. Pasar yang sulit diprediksi dan variasi regulasi di berbagai sektor juga dapat membuat investor merasa tidak yakin. Selain itu, perubahan selera konsumen yang cepat dan tren bisnis yang berubah-ubah bisa menjadi tantangan bagi perusahaan yang tidak siap.

5. Isu Lingkungan dan Sosial

Semakin banyak investor yang mulai memperhatikan isu lingkungan dan sosial dalam pengambilan keputusan investasi mereka. Indonesia memiliki banyak masalah lingkungan, seperti deforestasi, polusi, dan masalah sosial seperti hak asasi manusia. Investor mungkin khawatir bahwa investasi mereka akan terlibat dalam kontroversi lingkungan atau sosial yang dapat merusak reputasi mereka.

Untuk mengatasi kekhawatiran ini, pemerintah Indonesia perlu terus berupaya meningkatkan iklim investasi dan memberikan kepastian kepada investor asing. Dengan cara ini, Indonesia dapat lebih menarik bagi investor asing dan meraih potensi ekonominya yang besar.***

*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti