Muhammad Rahmad Sesalkan Menparekraf Abaikan Kearifan Lokal

Luncurkan Rendang Goes to Europe di Bali Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno meluncurkan Rendang Goes to Europe pada (24/3) lalu di Bali.

Muhammad Rahmad

3/24/20221 min baca

Luncurkan Rendang Goes to Europe di Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno meluncurkan Rendang Goes to Europe pada (24/3) lalu di Bali.

Pro kontra mengenai acara tersebut, mencuat kepermukaan. Lantaran acara tidak dihadiri Pemda (Pemerintah Daerah) atau tokoh- tokoh kuliner Minang. Menparekraf Sandiaga Uno tampil tidak pula membawakan budaya Minang sebagai akar budaya dari rendang.

Terkait hal tersebut, Muhammad Rahmad, Sekjen Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) sebagai asosiasi pariwisata tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1971 berpendapat, apa yang dilakukan Menparekraf adalah langkah blunder yang mengabaikan kearifan lokal.

"Kemenparekraf Sandi Uno mengabaikan janjinya untuk membawa Kampung Rendang Payakumbuh mendunia. Lalu juga mengabaikan akar budaya masakan rendang dalam masyarakat Minangkabau," ujar Sekjen ASITA Muhammad Rahmad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/3).

Menurut Rahmad, boleh saja tempat promosi rendang dilakukan di Bali atau dimanapun. Namun, tidak boleh meninggalkan akar budayanya yaitu Minangkabau. Jika akar budaya itu dilupakan, maka pemerintah berarti tidak serius mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan pariwisata nasional.

Apalagi, Menparekraf Sandiaga Uno pernah berjanji pada saat berkunjung ke Kampung Rendang Payakumbuh, Sumbar pada (22/4/2021) lalu. Di mana, dia akan membawa Kampung Rendang Payakumbuh mendunia. Janji Menparekraf Sandiaga Uno pun, ditunggu tunggu oleh masyarakat Kampung Rendang Payakumbuh.

Ketika Menparekraf Sandiaga Uno meluncurkan Rendang Goes to Europe di Bali bersama William Wongso, tanpa melibatkan Kampung Rendang Payakumbuh, masyarakat Sumbar menjadi tercengang dan kaget luar biasa.

"ASITA meminta Menparekraf Sandiaga Uno untuk tidak mengabaikan peran UMKM Kampung Rendang Payakumbuh. Jangan pula mengabaikan peran tokoh- tokoh daerah sebagai kearifan lokal dalam promosi ekonomi kreatif dan pariwisata nasional. Ini bertentangan dengan semangat nasionalisme kebangsaan dan bertentangan dengan keinginan Presiden," tegas Rahmad.

*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti