Peluang Bisnis Usaha Perjalanan Wisata di Era Digital

Transaksi sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2023 mencapai sekitar 648 trilyun rupiah.

Muhammad Rahmad

5/8/20243 min read

Transaksi sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2023 mencapai sekitar 648 trilyun rupiah. Transaksi terbesar ada disektor transportasi, diikuti sektor akomodasi, belanja, aktivitas wisata, kuliner, dan lain-lain.

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma dalam industri pariwisata. Orang tidak lagi hanya mengandalkan agen perjalanan fisik atau brosur tur untuk merencanakan liburan. Mereka sekarang dapat dengan mudah mengakses informasi tentang destinasi wisata, memesan akomodasi dan transportasi, serta menemukan pengalaman unik melalui internet. Hal ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha perjalanan wisata untuk meningkatkan layanan dan menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.

Sumber : East Ventures, 2024

Pemanfaatan teknologi digital membuka berbagai peluang bisnis di industri pariwisata. Salah satunya adalah dalam hal pemasaran. Dengan menggunakan media sosial, mesin pencari, dan platform periklanan online, pelaku usaha dapat meningkatkan visibilitas dan menarik pelanggan baru. Selain itu, penyediaan sistem pemesanan online yang mudah digunakan dan dapat diakses melalui berbagai perangkat, seperti komputer dan ponsel pintar, juga menjadi peluang bisnis yang menarik.

Sumber : Bank Indonesia, data diolah

Pengalaman virtual juga menjadi tren yang semakin populer di era digital ini. Perusahaan dapat menawarkan pengalaman virtual, seperti tur 360 derajat, untuk memungkinkan calon pelanggan merasakan destinasi wisata tanpa harus datang secara fisik. Hal ini dapat meningkatkan minat dan keinginan pelanggan untuk mengunjungi destinasi tersebut secara langsung.

Selain itu, pengembangan aplikasi perjalanan yang memberikan informasi tentang destinasi, rencana perjalanan, dan tips berguna selama perjalanan juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan adanya aplikasi ini, pelanggan dapat dengan mudah merencanakan dan mengelola perjalanan mereka tanpa harus bergantung pada agen perjalanan fisik.

Paket wisata tematik juga dapat menjadi strategi bisnis yang efektif. Dengan menyusun paket wisata berdasarkan tema tertentu, seperti petualangan, kuliner, atau budaya, pelaku usaha dapat menarik minat segmen pasar yang berbeda dan menciptakan pengalaman yang unik bagi pelanggan.

Kemitraan dengan influencer di media sosial juga dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif. Dengan berkolaborasi dengan influencer yang memiliki jangkauan yang luas, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, pelaku usaha perjalanan wisata perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang ada di era digital ini, pelaku usaha dapat meningkatkan layanan dan menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan, sehingga dapat membawa bisnis mereka menuju kesuksesan.

Kriteria SDM Yang Dibutuhkan

Industri usaha perjalanan wisata di era digital sekarang ini sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) siap pakai yang ‘melek’ teknologi digital.

Pertama, SDM tersebut perlu memiliki keterampilan yang kuat dalam menggunakan teknologi digital terkini. Mereka harus terampil dalam mengoperasikan aplikasi perjalanan, platform pemesanan online, dan media sosial untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Kedua, kreativitas dan inovasi juga menjadi kriteria penting. SDM perlu memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dalam mengembangkan paket wisata yang menarik dan berbeda, serta strategi pemasaran yang efektif untuk menarik minat pelanggan. Kemampuan komunikasi yang baik juga diperlukan, baik dalam berinteraksi dengan pelanggan maupun dalam bekerja sama dengan mitra bisnis dan rekan kerja lainnya.

Ketiga, kemampuan analisis juga menjadi kriteria penting. SDM perlu mampu menganalisis data dan tren pasar untuk memahami kebutuhan pelanggan dan merancang strategi yang sesuai. Pengalaman dan pengetahuan yang luas tentang industri perjalanan wisata juga sangat diperlukan.

Keempat, kemampuan manajemen waktu, kesadaran akan perubahan, serta kemampuan kerja tim juga menjadi kriteria penting. SDM perlu dapat mengelola waktu dengan efisien, belajar dan beradaptasi dengan perubahan dalam industri, serta bekerja secara efektif dalam tim untuk mencapai tujuan bisnis.

Kelima, orientasi pelayanan, kemampuan mengatasi masalah, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan juga menjadi kriteria yang harus dimiliki oleh SDM dalam industri perjalanan wisata di era digital.

Sarjana siap pakai (SDM) yang memenuhi kriteria-kriteria tersebut, pasti akan diburu oleh perusahaan perjalanan wisata karena bagaimanapun, mereka harus menghadapi persaingan dan memanfaatkan peluang di era digital ini.***


*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti