Potensi Family Office dalam Pariwisata: Manfaat dan Tantangan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, sebagaimana dikutip dari Antara (1/7/2024) mengungkapkan bahwa dari total USD 11,7 triliun dana yang dikelola oleh family office di seluruh dunia, Indonesia bisa menarik sekitar 5% atau setara dengan USD 500 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
Muhammad Rahmad
7/10/20244 min read


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, sebagaimana dikutip dari Antara (1/7/2024) mengungkapkan bahwa dari total USD 11,7 triliun dana yang dikelola oleh family office di seluruh dunia, Indonesia bisa menarik sekitar 5% atau setara dengan USD 500 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
Family office merupakan entitas yang mengelola kekayaan dan investasi keluarga-keluarga kaya. Konsep ini berkembang dari kebutuhan untuk memelihara dan mengembangkan aset keluarga lintas generasi secara profesional namun tetap dalam kendali keluarga. Dalam konteks pariwisata Indonesia, family office memiliki potensi besar untuk menjadi katalis pertumbuhan dan peningkatan kualitas sektor ini.
Konsep family office dalam pariwisata bukanlah hal baru di kancah global. Negara-negara seperti Prancis, Singapura, Malaysia, Monako, Inggris, Cina (Hong Kong), dan UAE (Dubai) telah sukses menerapkan model ini, menarik investasi besar sekaligus meningkatkan sektor pariwisata mereka. Indonesia, dengan keunikan dan keragaman destinasi wisatanya, memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar ini.
Menyadari pentingnya inisiatif ini, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan pembentukan tim khusus yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mengkaji dan mengembangkan skema investasi family office di Indonesia. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengejar peluang ini.
Manfaat Family Office bagi Indonesia
Salah satu manfaat utama dari masuknya family office adalah peningkatan kualitas infrastruktur pariwisata. Dengan kemampuan investasi yang besar, family office dapat mendanai pembangunan dan pembaruan fasilitas pariwisata kelas dunia. Ini mencakup pengembangan hotel mewah, resor eksklusif, bahkan infrastruktur pendukung seperti bandara pribadi. Peningkatan infrastruktur ini tidak hanya akan melayani segmen wisatawan kelas atas tetapi juga meningkatkan standar keseluruhan industri pariwisata Indonesia.
Inovasi dalam pengalaman wisata adalah manfaat kedua yang tidak kalah penting. Family office, dengan jaringan global dan akses ke tren terkini, dapat membawa konsep-konsep baru yang belum pernah ada di Indonesia. Ini bisa berupa pengembangan atraksi wisata unik, penerapan teknologi canggih dalam pelayanan, atau penciptaan paket wisata yang menggabungkan kemewahan dengan pengalaman budaya autentik. Inovasi semacam ini dapat memposisikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik di kancah global.
Aspek keberlanjutan juga menjadi fokus penting dalam investasi family office. Dengan perspektif jangka panjang, mereka cenderung lebih memperhatikan praktik-praktik berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini dapat mendorong penerapan teknologi hijau, manajemen limbah yang efisien, dan program konservasi lingkungan dalam proyek-proyek pariwisata. Pendekatan ini tidak hanya menjaga kelestarian destinasi wisata Indonesia tetapi juga meningkatkan daya tariknya bagi wisatawan yang semakin sadar lingkungan.
Peningkatan standar layanan adalah manfaat lain yang tidak bisa diabaikan. Investasi dari family office biasanya menuntut kualitas layanan yang sangat tinggi. Hal ini dapat mendorong peningkatan standar di seluruh industri, melalui pelatihan staf yang lebih baik, penerapan standar internasional, dan fokus pada pengalaman pelanggan premium. Peningkatan ini tidak hanya akan memuaskan wisatawan kelas atas tetapi juga meningkatkan reputasi Indonesia sebagai destinasi wisata berkualitas.
Dari segi ekonomi, masuknya family office ke sektor pariwisata berpotensi menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ini termasuk posisi manajemen tingkat atas, spesialis teknologi, ahli keberlanjutan, dan profesional hospitalitas berketerampilan tinggi. Penciptaan lapangan kerja ini tidak hanya akan meningkatkan standar hidup masyarakat lokal tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan di industri pariwisata Indonesia.
Disamping itu, investasi family office juga dapat membantu Indonesia mendiversifikasi portofolio pariwisatanya. Selain destinasi wisata massal yang sudah ada, Indonesia dapat mengembangkan lebih banyak opsi wisata premium dan eksklusif. Ini bisa mencakup resor pulau pribadi, pengalaman ekowisata mewah, atau destinasi wellness kelas dunia. Diversifikasi ini tidak hanya akan menarik segmen pasar baru tetapi juga mengurangi ketergantungan Indonesia pada jenis wisata tertentu, menjadikan industri pariwisata lebih tangguh menghadapi perubahan tren global.
Tantangan Family Office
Untuk mewujudkan potensi family office, diperlukan serangkaian perbaikan mendasar dalam berbagai aspek industri pariwisata Indonesia. Langkah-langkah perbaikan ini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik Indonesia bagi family office, tetapi juga akan mengangkat kualitas pariwisata Indonesia secara keseluruhan.
Pertama dan terpenting adalah memperkuat kepastian hukum. Investor, terutama family office yang memiliki perspektif jangka panjang, membutuhkan kejelasan dan konsistensi dalam regulasi terkait investasi asing di sektor pariwisata. Indonesia perlu memperjelas dan memperkuat kerangka hukum yang mengatur investasi asing, termasuk hak kepemilikan, perlindungan investasi, dan kebijakan repatriasi keuntungan. Langkah ini akan memberikan rasa aman bagi investor dan mendorong komitmen jangka panjang mereka terhadap pengembangan pariwisata Indonesia.
Kedua, peningkatan infrastruktur menjadi prioritas yang tidak kalah penting. Akses yang mudah dan nyaman ke destinasi wisata adalah prasyarat bagi pengembangan pariwisata berkelas dunia. Indonesia perlu fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur dasar seperti jalan, bandara, dan pelabuhan. Ini tidak hanya akan memudahkan pergerakan wisatawan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional bagi investor.
Aspek ketiga yang memerlukan perhatian adalah pengembangan sumber daya manusia. Kualitas layanan yang tinggi adalah harapan utama dari wisatawan premium yang menjadi target family office. Oleh karena itu, Indonesia perlu meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja di industri pariwisata melalui program pelatihan dan pendidikan yang komprehensif. Ini mencakup peningkatan kemampuan bahasa, pengetahuan budaya, dan keterampilan hospitalitas kelas dunia.
Keempat, strategi promosi yang efektif menjadi langkah yang krusial. Indonesia perlu memperkuat upaya pemasarannya untuk memposisikan diri sebagai destinasi premium di pasar global. Ini melibatkan pengembangan branding yang kuat, partisipasi dalam pameran pariwisata internasional, dan pemanfaatan media digital untuk menjangkau calon investor dan wisatawan kelas atas.
Kelima, fokus pada keberlanjutan menjadi semakin penting dalam industri pariwisata global. Indonesia perlu mengembangkan dan menerapkan kebijakan pariwisata berkelanjutan yang komprehensif. Ini tidak hanya akan menjaga keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga akan menarik minat family office yang sering kali memiliki komitmen kuat terhadap investasi yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Keenam, stabilitas politik dan keamanan adalah faktor yang tidak bisa diabaikan. Investor membutuhkan jaminan bahwa investasi mereka aman dari gejolak politik atau ancaman keamanan. Indonesia perlu terus memperkuat stabilitas politiknya dan meningkatkan keamanan nasional untuk membangun kepercayaan investor jangka panjang.
Ketujuh, kemudahan berbisnis menjadi faktor penentu dalam menarik investasi. Indonesia perlu menyederhanakan proses perizinan dan mengurangi birokrasi yang rumit. Penciptaan 'one-stop service' untuk investasi asing di sektor pariwisata dapat menjadi langkah signifikan dalam memudahkan proses investasi dan operasional bagi family office.
Implementasi perbaikan-perbaikan ini bukanlah tugas yang mudah dan memerlukan komitmen serta koordinasi yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan. Namun, jika berhasil dilaksanakan, langkah-langkah ini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investasi family office, tetapi juga akan mengangkat industri pariwisata Indonesia ke level yang baru.
Dengan memperbaiki aspek-aspek krusial ini, Indonesia dapat memposisikan dirinya sebagai destinasi investasi yang menarik bagi family office global. Hal ini pada gilirannya akan membawa manfaat besar bagi ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong inovasi dalam industri pariwisata, dan memastikan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Transformasi ini membutuhkan visi jangka panjang, perencanaan yang matang, dan eksekusi yang konsisten. Namun, dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, serta tekad untuk melakukan perbaikan-perbaikan ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam lanskap pariwisata global yang semakin kompetitif. Melalui langkah-langkah ini, Indonesia tidak hanya akan menarik investasi family office, tetapi juga akan membuka babak baru dalam sejarah pariwisatanya, menciptakan industri yang lebih kuat, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat internasional.***
*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti
