Refleksi Kejayaan dan Tantangan Masa Depan

Pada 2 Juni 2025, seluruh civitas akademika, alumni, dan pecinta dunia pariwisata Indonesia mengucapkan Selamat Dies Natalis ke-56 Institut Pariwisata Trisakti.

Muhammad Rahmad

6/2/20252 min read

Pada 2 Juni 2025, seluruh civitas akademika, alumni, dan pecinta dunia pariwisata Indonesia mengucapkan Selamat Dies Natalis ke-56 Institut Pariwisata Trisakti. Perjalanan 56 tahun bukan sekadar pencapaian temporal, melainkan testimoni nyata dedikasi berkelanjutan dalam membangun ekosistem pendidikan pariwisata terdepan di Indonesia.

Institut Pariwisata Trisakti layak berbangga atas statusnya sebagai pelopor pendidikan pariwisata swasta pertama di Indonesia. Sejak didirikan pada 2 Juni 1969 atas gagasan visioner Bapak Mulyatno Sindhudarmoko, institusi ini telah membuktikan konsistensi luar biasa dalam mencetak SDM pariwisata berkualitas global.

Prestasi gemilang IP Trisakti tercermin dalam berbagai pencapaian strategis. Dengan lebih dari 15.000 alumni yang tersebar di industri pariwisata nasional dan internasional, institusi ini telah menjadi inkubator talenta terpercaya. Pengakuan internasional melalui sertifikasi UNWTO Tedqual untuk Program Manajemen Perhotelan dan Manajemen Bisnis Perjalanan menempatkan IP Trisakti sejajar dengan institusi pariwisata terbaik dunia.

Jaringan kemitraan internasional yang mengesankan dengan perguruan tinggi di Swiss, Thailand, Korea, China, Malaysia, Australia, dan Turki menjadi bukti pengakuan global terhadap kualitas pendidikan IP Trisakti. Program praktik kerja lapangan di hotel-hotel bertaraf internasional di berbagai negara dan kesempatan training di Hong Kong, Malaysia, UAE, Thailand, dan Jepang memberikan mahasiswa exposure global yang invaluable.

Transformasi kelembagaan dari Akademi Perhotelan dan Kepariwisataan Trisakti menjadi Institut Pariwisata Trisakti pada 2023 dengan penambahan program S1 Bisnis Digital dan S1 Kewirausahaan menunjukkan adaptabilitas strategis terhadap dinamika industri. Status sebagai perguruan tinggi swasta pertama yang menyelenggarakan Program Doktor Ilmu Pariwisata menegaskan posisi IP Trisakti sebagai pusat pengembangan ilmu pariwisata tertinggi di Indonesia.

Tantangan Strategis Era Digital

Meski merayakan kejayaan, IP Trisakti menghadapi tantangan kompleks yang menuntut transformasi fundamental. Era Tourism 5.0 telah mengubah lanskap industri pariwisata secara radikal. Pergeseran perilaku wisatawan yang menggunakan media sosial sebagai basis pengambilan keputusan berwisata menuntut pendekatan pendidikan yang lebih adaptif dan teknologi-savvy.

Revolusi industri 5.0 mengharuskan institusi pendidikan pariwisata mengintegrasikan teknologi AI, IoT, dan big data dalam kurikulum. Konversi menuju pembelajaran berbasis digital, peningkatan infrastruktur teknologi, dan pengembangan SDM yang mampu mengoperasikan sistem pembelajaran hybrid menjadi prioritas mendesak.

Indonesia menghadapi tantangan persaingan global dengan 940 ribu pengangguran berpendidikan tinggi. Namun, optimisme muncul dari proyeksi pemerintah yang akan menciptakan 657 ribu lapangan kerja di sektor pariwisata melalui pengembangan 5 destinasi pariwisata super prioritas dalam 10 tahun ke depan. Peluang emas ini harus dimanfaatkan IP Trisakti untuk memposisikan lulusannya sebagai SDM unggul yang siap berkompetisi.

Tren pariwisata berkelanjutan mengharuskan kurikulum mengintegrasikan prinsip sustainability, pengelolaan destinasi berbasis komunitas, dan ekowisata. Era pasca-pandemi menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam pengembangan pariwisata.

Strategi Masa Depan

Menghadapi tantangan tersebut, IP Trisakti memerlukan strategi transformasi komprehensif. Pertama, penguatan ekosistem pembelajaran digital melalui optimalisasi platform Trisakti Tourism Electronic Learning Laboratory untuk mendukung pembelajaran fleksibel dan adaptif.

Kedua, pengembangan program kewirausahaan yang agresif. Target 60% lulusan memiliki usaha sendiri menunjukkan komitmen mencetak entrepreneur muda pariwisata. Program inkubasi bisnis dan startup tourism harus menjadi core competency institusi.

Ketiga, penguatan riset dan inovasi pariwisata. Program Doktor yang integratif harus fokus menghasilkan solusi untuk tantangan industri pariwisata Indonesia melalui pendekatan metodologis sistematis.

Keempat, optimalisasi LSP Institut Pariwisata Trisakti untuk sertifikasi kompetensi berstandar internasional yang meningkatkan daya saing lulusan di pasar global.

Refleksi dan Harapan

Dies Natalis ke-56 menjadi momentum refleksi sekaligus proyeksi masa depan. Dengan fondasi 56 tahun yang kokoh, jaringan alumni global yang kuat, dan visi transformasi digital yang jelas, IP Trisakti memiliki modal berharga untuk memimpin revolusi pendidikan pariwisata Indonesia.

Perjalanan menuju masa depan memerlukan kolaborasi sinergis antara civitas akademika, industri, pemerintah, dan masyarakat. Hanya dengan semangat gotong royong dan inovasi berkelanjutan, IP Trisakti dapat mewujudkan visi menjadi pusat keunggulan pariwisata yang menghasilkan SDM unggul untuk membawa Indonesia menjadi destinasi pariwisata terdepan dunia.

Selamat Dies Natalis ke-56, Institut Pariwisata Trisakti! Menuju masa depan pariwisata Indonesia yang gemilang!

*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti