Strategi Pariwisata Indonesia Juara ASEAN: Mengubah Potensi Menjadi Prestasi melalui Strategi Berbasis Yield

Indonesia unggul dalam daya saing (TTDI peringkat 22 dunia, ke-2 di ASEAN) tetapi tertinggal dalam realisasi: kunjungan 2025 sebesar 15,39 juta — terendah di antara lima besar ASEAN — dan devisa terendah di kawasan.

POLICY BRIEF

Redaksi Pusat Kajian Pariwisata & Ekonomi Indonesia

6/23/20261 min baca

RINGKASAN EKSEKUTIF

Indonesia unggul dalam daya saing (TTDI peringkat 22 dunia, ke-2 di ASEAN) tetapi tertinggal dalam realisasi: kunjungan 2025 sebesar 15,39 juta — terendah di antara lima besar ASEAN — dan devisa terendah di kawasan.

Akar masalahnya bukan daya tarik, melainkan yield: pasar bervolume terbesar (Malaysia, Singapura, Timor-Leste) justru berbelanja paling rendah, sementara pasar bernilai tinggi (AS, Eropa) bervolume kecil.

Konsentrasi spasial ekstrem: Bali menyerap 45% kunjungan dan tiga gerbang teratas mencakup 76% — menyisakan kapasitas yang belum termanfaatkan di luar pusat.

Strategi: yield di atas volume — visa & akses → distribusi digital → segmen bernilai tinggi → lama tinggal → diversifikasi di luar Bali. “Juara ASEAN” dimaknai sebagai terdepan dalam nilai dan standar, dengan negara tetangga sebagai cermin pembelajaran

Email

info@pusatkajianpariwisata.id

© 2023-2026 Pusat Kajian Pariwisata Indonesia. All Rights Reserved.