Telkomsel vs Starlink dan Kepentingan Nasional
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan internet satelit telah membuka peluang bisnis baru di Indonesia.
Muhammad Rahmad
6/2/20243 min read


Perkembangan teknologi telekomunikasi dan internet satelit telah membuka peluang bisnis baru di Indonesia. Salah satunya adalah kehadiran Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX yang dikenal dengan kecepatan tinggi dan jangkauan luas. Namun, kehadiran Starlink juga menimbulkan persaingan dengan operator telekomunikasi nasional, terutama Telkomsel sebagai perusahaan BUMN terbesar di sektor telekomunikasi. Dalam situasi ini, pemerintah Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kepentingan nasional.
Telkomsel dan Starlink merupakan dua perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi dengan fokus yang berbeda. Telkomsel, sebagai operator telekomunikasi nasional terbesar di Indonesia, memiliki portofolio bisnis yang luas dan beragam. Perusahaan ini menyediakan layanan seluler, seperti panggilan telepon, SMS, MMS, dan internet seluler. Selain itu, Telkomsel juga menawarkan layanan broadband melalui produk Telkomsel Flash (modem USB) dan Telkomsel Orbit (layanan satelit). Dalam ranah digital, Telkomsel memiliki berbagai layanan, seperti MAXstream (video streaming), Telkomsel Kuncie (keuangan digital), by.U (layanan seluler digital), dan Telkomsel Kota Pintar (solusi smart city). Perusahaan ini juga merambah ke bidang periklanan digital melalui Telkomsel Mitra Iklan, solusi Internet of Things (IoT), analisis data melalui Telkomsel Big Data, serta pengembangan jaringan 5G.
Di sisi lain, Starlink merupakan pemain baru di industri telekomunikasi Indonesia dengan fokus pada penyediaan layanan internet satelit broadband. Starlink menawarkan kecepatan internet hingga 150 Mbps dengan latensi rendah antara 20-40 ms. Keunggulan utama Starlink adalah kemampuannya menjangkau daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan seluler konvensional, berkat konstelasi satelit yang ditempatkan di luar angkasa. Starlink menyediakan perangkat keras, seperti Starlink Kit (antena satelit dan router Wi-Fi) dan Starlink Pro untuk penggunaan komersial dan enterprise. Selain itu, perusahaan ini juga menawarkan layanan tambahan, seperti Starlink untuk Kendaraan (internet satelit untuk kendaraan bergerak), Starlink untuk Kelautan (internet satelit untuk kapal dan industri kelautan), dan Starlink Aviation (internet satelit untuk pesawat terbang).
Perbedaan mendasar antara Telkomsel dan Starlink terletak pada teknologi yang digunakan. Telkomsel mengandalkan jaringan seluler berbasis menara (tower) di darat untuk menyediakan layanan telekomunikasi. Hal ini memungkinkan Telkomsel memiliki jangkauan yang luas dan infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara itu, Starlink menggunakan teknologi satelit yang ditempatkan di luar angkasa untuk memberikan layanan internet broadband. Pendekatan ini memungkinkan Starlink untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan seluler tradisional.
Meskipun Telkomsel dan Starlink memiliki perbedaan dalam pendekatan teknologi dan fokus bisnis, kedua perusahaan ini dapat saling melengkapi dalam upaya meningkatkan konektivitas internet di Indonesia. Telkomsel memiliki keunggulan dalam hal jaringan yang luas, keberadaan infrastruktur, dan berbagai layanan digital yang terintegrasi. Sementara itu, Starlink unggul dalam kecepatan internet, latensi rendah, dan kemampuan menjangkau daerah terpencil. Kolaborasi antara Telkomsel dan Starlink berpotensi menghasilkan solusi yang lebih komprehensif untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, meningkatkan kualitas layanan internet, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di tanah air.
Dalam situasi ini, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional.
Pertama, pemerintah perlu memastikan persaingan yang sehat antara Telkomsel dan Starlink. Regulasi yang jelas dan adil harus diberlakukan untuk mencegah praktik monopoli dan mendorong inovasi di sektor telekomunikasi.
Kedua, pemerintah harus mendorong kerja sama antara Telkomsel dan Starlink dalam membangun infrastruktur telekomunikasi yang merata. Kolaborasi dapat dilakukan dalam bentuk pembagian infrastruktur, transfer teknologi, atau pembangunan jaringan bersama di daerah-daerah yang belum terjangkau.
Ketiga, pemerintah perlu memastikan perlindungan data dan keamanan siber dalam penyelenggaraan layanan internet satelit. Regulasi yang ketat terkait pengelolaan data pengguna dan pengawasan terhadap potensi ancaman siber harus diterapkan untuk melindungi kepentingan dan kedaulatan nasional.
Keempat, pemerintah harus memanfaatkan kehadiran Starlink untuk mendorong pengembangan industri teknologi antariksa nasional. Kerja sama dengan SpaceX dapat membuka peluang transfer teknologi dan pengetahuan, serta mendorong lahirnya startup dan inovasi di bidang antariksa.
Dalam menyikapi persaingan antara Telkomsel dan Starlink, pemerintah Indonesia harus mampu mengambil posisi yang strategis dan bijaksana. Kepentingan nasional, seperti pemerataan akses internet, kedaulatan data, dan pengembangan industri teknologi, harus menjadi prioritas utama. Dengan regulasi yang jelas, kolaborasi yang konstruktif, dan perlindungan kepentingan nasional, Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan teknologi telekomunikasi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***
*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti
