Transformasi Digital Pariwisata Indonesia: Peluang Bisnis Konten
Industri pariwisata Indonesia sedang menghadapi transformasi digital yang signifikan.
Muhammad Rahmad
7/7/20242 min read


Industri pariwisata Indonesia sedang menghadapi transformasi digital yang signifikan. Dengan target ambisius pemerintah untuk menarik 1,5 juta wisatawan China dan menggerakkan 1,5 miliar perjalanan domestik pada tahun 2024, peluang bisnis di sektor ini semakin terbuka lebar. Namun, di tengah perkembangan teknologi yang pesat, muncul sebuah kesenjangan yang menarik, dimana konten berkualitas tinggi menjadi faktor kunci yang masih perlu dikembangkan.
Fenomena ini terlihat jelas dari strategi yang diterapkan oleh pemain besar seperti Trip.com. Sebagaimana diberitakan Kompas dan Antara (6/6/2024), perusahaan ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penciptaan konten yang personal dan relevan bagi penggunanya. Fitur-fitur seperti TripGenie dan TripTrends menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan untuk memberikan rekomendasi perjalanan yang disesuaikan dengan preferensi individu. Hal ini menegaskan bahwa teknologi bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan dalam industri pariwisata digital.
Kebutuhan akan konten yang berkualitas semakin mendesak mengingat perilaku konsumen yang berubah. Fakta bahwa 56% wisatawan China mudah terpengaruh oleh konten destinasi di media menunjukkan betapa pentingnya peran konten dalam pengambilan keputusan wisatawan. Ini membuka peluang besar bagi produsen konten Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR) untuk menciptakan pengalaman immersive yang dapat memengaruhi pilihan destinasi wisatawan.
Dalam konteks pariwisata domestik, konsistensi popularitas destinasi seperti Bali, Yogyakarta, dan Bandung memberi kesempatan bagi pengembang konten untuk fokus pada area-area ini. Menciptakan konten VR dan AR yang mendalam tentang destinasi-destinasi populer ini bisa menjadi langkah awal yang strategis. Konten semacam ini tidak hanya akan meningkatkan minat wisatawan, tetapi juga membantu mereka membuat keputusan perjalanan yang lebih informed.
Keunggulan konten AI untuk VR, dan AR terletak pada kemampuannya untuk memberikan pengalaman personalisasi yang tinggi. Dalam industri yang semakin kompetitif, diferensiasi melalui konten berkualitas tinggi bisa menjadi faktor pembeda utama. Selain itu, konten digital memiliki fleksibilitas tinggi untuk diperbarui dan disesuaikan dengan tren atau kebutuhan yang berubah, memberikan keunggulan adaptif yang signifikan.
Untuk memanfaatkan peluang ini, pelaku bisnis perlu mempertimbangkan beberapa strategi kunci. Pertama, kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata lokal sangat penting untuk mengembangkan konten yang autentik dan akurat. Kedua, investasi dalam teknologi dan keahlian untuk produksi konten AI untuk VR, dan AR berkualitas tinggi harus menjadi prioritas. Ketiga, fokus awal pada destinasi populer bisa memaksimalkan dampak dan return on investment.
Kesimpulannya, meskipun teknologi terus berkembang dan harga menjadi lebih terjangkau, konten tetap menjadi raja dalam industri pariwisata digital. Peluang bisnis dalam produksi konten AI, VR, dan AR untuk pariwisata Indonesia sangat menjanjikan. Dengan pasar yang besar dan kebutuhan akan konten berkualitas yang terus meningkat, ini bisa menjadi area pertumbuhan yang signifikan dalam sektor pariwisata Indonesia di masa depan.
*) Penulisan adalah Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pariwisata Indonesia / Dosen Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti
